Pilkades Sumenep 2027 Bakal Pakai E-Voting Cek Syarat Desa nan Layak
PORTALMADURA.COM, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mulai mematangkan rencana penerapan sistem pemungutan bunyi elektronik alias e-voting untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2027 mendatang. Kesiapan masing-masing desa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan letak uji coba sistem baru ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengungkapkan bahwa pihaknya sekarang tengah gencar melakukan pemetaan. Pemetaan tersebut bermaksud untuk menyaring desa-desa nan dinilai siap dan bisa menjalankan sistem pemilihan berbasis teknologi.
Dzulkarnain menegaskan, penerapan e-voting dalam Pilkades Sumenep 2027 mendatang tetap berkarakter proyek percontohan (pilot project). Oleh lantaran itu, sistem ini tidak langsung diberlakukan secara serentak di seluruh desa.
“Kami tetap memilih dan memilah kesiapan desa nan dianggap dapat melaksanakan pemilihan kepala desa secara e-voting,” ujar Dzulkarnain pada Selasa (8/9/2026).
Selain tingkat kesiapan pemerintah desa dan masyarakat lokal, kesiapan sarana dan prasarana pendukung juga menjadi aspek krusial. DPMD Sumenep mencatat telah menerima sejumlah penawaran dari vendor penyedia teknologi, baik nan direkomendasikan oleh kementerian mengenai maupun dari perusahaan swasta.
Pemerintah wilayah bakal melakukan seleksi ketat terhadap para penyedia teknologi tersebut guna memastikan keandalan perangkat. Pihak ketiga ini nantinya bekerja menyediakan sekaligus mengawasi perangkat keras dan lunak selama pemungutan bunyi berlangsung.
Menanggapi kekhawatiran mengenai akses internet di wilayah terpencil, Dzulkarnain menjelaskan bahwa sistem e-voting nan dirancang tidak berjuntai pada jaringan internet umum. Perangkat pemungutan bunyi bakal terhubung menggunakan jaringan area lokal (Local Area Network/LAN) berbasis kabel, sehingga hambatan sinyal internet dapat diatasi.
Meski mengusung teknologi modern, Pemkab Sumenep menekankan bahwa keberhasilan Pilkades tetap berjuntai pada integritas penyelenggara. Kesiapan sumber daya manusia (SDM), kepanitiaan nan profesional, serta transparansi proses menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Mekanisme manual maupun e-voting mempunyai tujuan nan sama, ialah menciptakan proses pemilihan nan transparan dan melahirkan kepala desa nan berlegitimasi. Apabila pelaksanaannya jelas dan transparan, masyarakat pasti bakal menerima dengan baik,” pungkasnya.

55 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·